Dicabutnya Sanksi UEFA Untuk Manchester City

mci.or.id – Manchester City lega setelah dipastikan tampil di Liga Champions musim depan setelah banding mereka dikabulkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), dampaknya sangat besar bagi klub, bukan cuma sekadar dibolehkan tampil di Liga Champions saja.

Man City mengajukan banding pada 26 Februari lalu, 12 hari setelah mereka dijatuhi hukuman oleh UEFA karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) dengan memanipulasi pendapatan dana sponsor selama 2012-2016. Sidang banding itu lalu dilakukan selama tiga hari pada 8-10 Juni, dengan panel arbiter diisi oleh Rui Botica Santos (Portugal), Prof. Ulrich Haas (Jerman) dan Andrew McDougall QC (Prancis).

Pada 13 Juli 2020, sekitar sebulan setelah sidang, keputusan itu keluar. CAS mengabulkan banding yang diajukan Man City. Dalam rilis yang dikeluarkan CAS, Man City dianggap melanggar aturan nomor 56 terkait lisensi klub dan aturan FFP, namun CAS hanya memberikan hukuman denda sebesar 10 Juta Euro, yang harus dibayarkan dalam 30 hari.

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memutuskan Manchester City tidak bersalah dan cukup bukti terkait dugaan penyalahgunaan sponsor. CAS menilai, dalam hal ini, Man City tidak berkomunikasi dengan baik dengan Club Financial Control Body (CFCB). CAS menilai hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun tidak tepat, CAS juga mengurangi denda yang Manchester City, dari 30 juta euro menjadi 10 juta euro.

CAS menggarisbawahi bahwa dugaan pelanggaran Man City yang membuat mereka dijatuhi hukuman oleh Badan Kontrol Keuangan Klub (CFCB) UEFA hanya berlaku dalam rentang waktu tertentu. Laporan ke UEFA mengenai manipulasi dana sponsor ini berjarak terlalu lama dari masa terjadinya dugaan manipulasi tersebut. Selain itu, CAS beranggapan tidak kooperatifnya Man City dengan CFCB selama masa investigasi bukanlah alasan yang tepat untuk melarang Man City tampil di kompetisi antarklub Eropa.

“CAS menekankan bahwa sebagian besar pelanggaran yang dilaporkan CFCB tidak eksis atau dibatasi oleh waktu, Karena penyembunyian dana ekuitas secara tidak jujur merupakan pelanggaran yang lebih serius dari menghalangi penyelidikan CFCB, tidak tepat jika melarang Manchester City tampil di kompetisi antarklub Eropa hanya karena tidak kooperatif dalam investigasi yang dilakukan CFCB.” tulis pernyataan resmi CAS.

“Namun, mempertimbangkan i) sumber daya keuangan Manchester City; ii) pentingnya kerjasama klub dalam investigasi yang dilakukan oleh CFCB, karena sarana investigasinya yang terbatas; dan iii)Manchester City mengabaikan prinsip tersebut dan menghalangi investigasi, panel CAS memutuskan denda yang signifikan harus dikenakan kepada Manchester City, dan dianggap tepat untuk mengurangi nilai denda sebesar 2/3, menjadi hanya sebesar 10 juta Euro,” tutup pernyataan CAS.

Jika larangan tersebut tidak jadi dicabut atau Manchester City tetap tak bisa bermain di Liga Champions, dampaknya bukan dari sisi finansial saja, tapi dari pemain juga. Setahun belakangan, beredar mengenai spekulasi masa depan sejumlah pemain kunci, termasuk Pep Guardiola, mereka dikabarkan bakal hengkang ke klub yang bermain di pentas Eropa. Dari segi finansial, sponsor klub disebutkan berniat menarik diri karena Manchester City tidak berkompetisi di Liga Champions, dan manuver transfer klub bakal tidak segereget biasanya. C’mon CITY!

Startup News & Store
Manchester City FC. Indonesia Supporters Club
“The Loyalist Fans Out There”

 

Related Posts

Man City Disambut UEFA, Pertama Cabut dari ESL

mci.or.id – UEFA merupakan induk organisasi Eropa yang paling getol menentang keberadaan European Super League.Read More

Chelsea & Man City Segera Tinggalkan Liga Super Eropa

mci.or.id – Chelsea dan Manchester City dikabarkan akan meninggalkan Liga Super Eropa yang memisahkan diriRead More

#EPL Aston Villa vs Manchester City

mci.or.id – Aston Villa menjamu Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris pada Kamis (22/4)Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *