Asisten Baru Man City Mentornya Pep

mci.or.id – Pep Guardiola memimpin tim dengan modal sederet koleksi juara di Spanyol, Jerman dan Inggris. Sang pelatih sudah membawa tim-tim besar dunia berjaya. Asisten baru Man City, Juanma Lillo, seorang petualang dengan catatan tanpa gelar selama 37 tahun, dia tanpa gelar minor maupun major, bagi manajemen Manchester City, ini seharusnya tidak cocok.

Lillo bukannya tanpa kemampuan di sepakbola, tetapi Pep menyebut Lillo punya kontribusi besar yang membantu dirinya lebih memahami sepakbola. Lillo tidak lebih dari sekadar pembuka jalan saat pertama kali mengambil karier kepelatihan.

Pertama dia memimpin tim U-17 klub lokal Amaroz Ke di Tolosa, kemudian mencatat sukses bersama sejumlah tim-tim di liga bawah. Pada tahun 1995, di usia 29, Lillo menjadi pelatih termuda di sepanjang sejarah La Liga dengan mengantarkan Salamanca ke kasta tertinggi sepakbola Spanyol.

Kiprah Salamanca di La Liga terbukti pendek dan Lillo dibebas tugaskan di pertengahan musim 1995/96 dan klub terdegradasi. Di musim berikutnya, dia membesut Oviedo, dan menjalani salah satu ‘rutinitas’ dengan dikalahkan Barcelona namun episode ini adalah momen penting bagi jenderal lapangan tengah Blaugrana Pep Guardiola.

Lilo: “Kami kalah 4-2 tetapi bermain sangat baik, secara tiba-tiba pintu kamar ganti diketuk dan Pep ada di sana. Dia bahkan belum mengganti pakaian.”

Lilo: “Pep datang untuk meminta waktu berbincang sebentar. Situasinya seolah-olah saya akan dibuat jengkel oleh sang gelandang tengah terbaik sepanjang sejarah sepakbola.”

Lilo: “Pep menjelaskan menyukai cara saya meracik tim dan ingin terus berhubungan. Dari sebuah komunikasi profesional, kemudian bergulir lebih dari sekadar itu.”

Respek Pep terhadap Lillo begitu besar sehingga sebelum pemilihan presiden Barca pada 2003, dia berjanji, jika ditunjuk sebagai direktur olahraga oleh Lluis Bassat, dia akan memboyongnya ke Camp Nou sebagai pelatih.

Rencana tersebut tidak terwujud karena Bassat kalah dari Joan Laporta, tetapi ketika Lillo merapat ke tim Meksiko Dorados, dia meminta Pep untuk bergabung demi menambah pengalaman pada timnya dan sang gelandang dengan serta merta mengambil kesempatan bergabung dengan sahabatnya itu di Sinaloa.

Sebastian Abreu, yang juga menjadi bagian di tim Dorados mengungkap bagaimana Pep begitu terobsesi untuk belajar dari Lillo.

Lillo yang memulai karier sebagai pelatih semenjak remaja itu tidak pernah lelah untuk belajar, setelah periode di Dorados berlalu, Lillo melatih di Almeria dan Real Sociead,

Setelah melatih Real Sociead, dia membesut raksasa Kolombia Millonarios dan Atletico Nacional, sebelum bergerak ke Jepang menangani Vissel Kobe, dan dikagumi Andres Iniesta, lalu ke klub Qingdao Huanghai di Cina.

Lillo juga pernah menjadi tangan kanan Jorge Sampaoli jelang eranya bersama timnas Cile berakhir dan di Sevilla sebelum kembali menjadi pelatih kepala.

Kedatangan Lillo bisa diartikan Man City telah menambah segudang pengalaman pada bench. Mereka juga telah menambah orang yang tidak pernah meragukan gaya sepakbola umpan-umpan pendek yang selama ini diusung oleh Pep.ini akan menjadi duet yang sempurna.

Related Posts

Man City Disambut UEFA, Pertama Cabut dari ESL

mci.or.id – UEFA merupakan induk organisasi Eropa yang paling getol menentang keberadaan European Super League.Read More

Chelsea & Man City Segera Tinggalkan Liga Super Eropa

mci.or.id – Chelsea dan Manchester City dikabarkan akan meninggalkan Liga Super Eropa yang memisahkan diriRead More

#EPL Aston Villa vs Manchester City

mci.or.id – Aston Villa menjamu Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris pada Kamis (22/4)Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *