Alasan Pep Betah Latih Man City

mci.or.id – Pada November 2020 yang lalu, Pep Guardiola sepakat untuk menandatangani kontrak baru berdurasi selama dua tahun. Itu artinya, Ia akan menjadi pelatih bagi Manchester City hingga musim panas tahun 2023 atau selama tujuh tahun, periode terlama yang dia jalani sebagai manajer di sebuah tim. Selama lima tahun pertama, Guardiola sukses mempersembahkan sepuuh trofi bagi timnya termasuk gelar juara Premier League musim ini.

Man City berpeluang untuk merengkuh treble andai mereka mampu menumbangkan Chelsea di final Liga Champions yang akan digelar di Porto, Portugal, akhir bulan ini. Pep Guardiola mengungkap satu alasan kenapa dirinya bersedia untuk bertahan begitu lama bersama Man City, Ia mengakui bahwa dia melakukan itu karena mendapatkan kepercayaan penuh dari sang presiden klub, Khaldoon Al Mubarak, seperti dilansir dari laman Man City.

Pep: “Saya bisa melihat dia begitu mempercayai saya, Saya tidak bisa meyakinkan dia untuk selalu mencapai kesuksesan. Tidak ada yang bisa memastikan hal itu. Tapi saya melihat di matanya ketika kami makan malam bersama, dia begitu mempercayai saya.”

“Ketika kami menghadapi masa-masa buruk, seperti musim pertama dan setelah disingkirkan Lyon di Liga Champions, saya tidak bisa mengatakan tidak saat diberi tawaran kontrak baru. Biasanya manajer dipecat karena mereka tidak memenangkan pertandingan. Tapi tidak ada yang tahu alasan mereka mempekerjakan Anda.” imbuhnya.

“Di Man City, saya tahu dulu karena mereka memiliki Ferran Soriano dan Txiki Begiristain dan kami berada di jalur yang sama dengan cara kami ingin bermain, hidup dan menghormati organisasi. Klub selalu menjadi yang terpenting bagi kami, tapi kami juga menunjung tinggi kebersamaan dalam bekerja. Itulah mengapa ketika seorang pemain lebih memikirkan diri mereka sendiri daripada klub, itu sangat mengganggu saya.”

“Saya mengerti seorang pemain ingin bermain sesering mungkin, tapi klub tetap harus yang utama. Kami berada di sini untuk sementara, jika kami menang maka akan bertahan lebih lama, jika tidak, maka masa bakti akan lebih pendek.”

“Tetapi sejarah klub ini tidak dimulai sepuluh tahun yang lalu, itu dimulai dari Maine Road, di Divisi Dua ketika 30.000, 40.000 penggemar naik bus atau kereta untuk pergi dan mendukung tim. Itulah sejarah kami. Sheikh Mansour mengambil alih klub dan melangkah ke level lain tetapi sejarah adalah apa yang disukai banyak orang.”

“Anda harus mempertahankan warisan itu, untuk manajer kami sebelumnya, pemain dan sebagainya. Apa yang saya lihat dari matanya selama kami berbincang-bincang, tidak peduli apa yang terjadi kami harus harus terus bersama, saya akhirnya memutuskan untuk terus bersama klub ini,” pungkasnya. This is Our CITY!

MCI News & Store
Manchester City FC. Indonesia Supporters Club
“The Loyalist Fans Out There”

Related Posts

Nilai Pasar Phil Foden Telah Meroket

mci.or.id – Satu pemain muda yang telah meningkat melalui Akademi City adalah Phil Foden, yangRead More

#PL Manchester City vs Burnley

mci.or.id – Manchester City akan ditantang Burnley pada pekan ke-8 Premier League 2021/22, Sabtu (16/10/2021),Read More

Pembaruan Menjelang Pertandingan Melawan Burnley

mci.or.id – Pep Guardiola mengungkapkan bahwa Ilkay Gundogan dan Oleksandr Zinchenko, yang absen karena cedera sebelum jeda internasionalRead More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *